Toilet Training Part 2

Posted: June 2015 in Artikel - Tags:
22

toilet training

Pada postingan toilet training part 1 kita telah mengetahu bagaimana tanda-tanda anak siap dilatih toilet training. Kali ini langkah ketiga adalah memahami langkah dasar toilet training

Langkah ketiga, langkah dasar toilet training.

  • Pilih hari di mana anda berada di rumah seharian. Biarkan anak makan, minum, dan bermain seperti biasanya.
  • Mulai latihan beberapa jam di pagi dan sore hari. Setiap 30 menit ajak anak ke toilet. Terutama 30 menit setelah makan atau setelah mandi. Lepas popoknya dan mulai menggunakan celana dalam (celdam) atau training pant (tp). Setelah sesi latihan selesai, pakaikan anak popoknya lagi
  • Tempatkan di kloset tak lebih dari 5 menit, karena jika terlalu lama anak akan merasa seperti dihukum.
  • Ajarkan bagiamana cara pee dan pup yang benar, cara cebok, dan membasuh tangan setelah selesai menggunakan toilet.
  • Gunakan pakaian yang mudah dilepas. Jika udara panas, anak bisa menggunakan celdam atau tp saja.
  • Sesekali lepas semua bajunya, atau hanya menggunakan kaos tanpa celdam dan tp. Ketika anak akan pee dan pup, dia pasti akan mencari dimana tempat untuk mengeluarkan kotoran ini. ” Ya¬† kupikir toilet adalah tempatnya”.
  • Berikan pujian atas usahanya meski tidak berhasil, dan berikan banyak pujian ketika berhasil. Bisa juga memberi hadiah jika ia berhasil pee dan pup di toilet.
  • Dalam sesi latihan, sempatkan bertanya dengan lembut “apakah kamu ingin pee atau pup?”. Jangan terlalu sering karena bisa membuat anak tertekan.
  • Jika anak gagal, misal terlanjur pee atau pup di lantai. Bawa anak ke toilet dan bersihkan serta ingatkan kembali jika akan pee atau pup tempatnya di toilet. Kemudian bersihkan kotoran tanpa komentar atau menyalahkannya.
  • Jika anda bepergian siapkan potty atau cari tempat yang memiliki toilet umum.
  • Di malam hari, ajak anak ke toilet sebelum tidur. Dan ingatkan jika si kecil ingin pee tak mengapa jika membangunkan ibu atau ayah. Jika sanggup ibu atau ayah bisa membangunkan dia di malam hari untuk mengajak dia ke toilet.

Tips:

  • Beri anak makanan yang banyak mengandung serat dan banyak minum agar anak tidak konstipasi. Sebab konstipasi akan menyulitkan toilet trainng.
  • Pelajaran dengan visual lebih cepat ditangkap. Ayah bisa mengajarkan bagaimana cara pee yang benar pada anak laki-laki. Sebagaimana ibu juga mengajarkan kepada anak perempuan.
  • Jika anak menunjukkan tidak senang atau tidak tertarik, akhiri sesi latihan dan mulai lagi ketika anak siap.
  • Batasi minuman di malam hari. Berikan minuman 1 jam sebelum¬† jam tidurnya.
  • Ibu bisa menggunakan sprei waterproof agar kasur tidak basah ketika anak ngompol di malam hari.

Toilet training adalah proses. Sehingga butuh kesabaran. Tidak perlu terburu-buru ingin agar anak lulus toilet training. Kecelakaaan (Pee dan pup di lantai) masih sering terjadi. Tapi itulah proses yang harus dilewati, maka nikmati saja :).

 

 

 

 

RSS Feed
By: butikclodi

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment