Toilet Training Part 1

Posted: June 2015 in Artikel - Tags:
21

toilet training

Toilet Training adalah latihan agar anak mengenal toilet. Maksud dari mengenal toilet adalah mengetahui fungsi dan aktifitas apa yang dilakukan di toilet. Ketika menggunakan cloth diaper atau popok sekali pakai, anak hanya mengetahui jika pee atau pup bisa dilakukan saat dia menggunakan popoknya. Tapi tidak selamanya anak memakai popok kan? Nah  hal inilah yang perlu diajarkan  dan dilatih kepada anak.

Kapan mulai toilet training? Secara umum adalah ketika ibu dan anak siap. Jika anak siap tapi ibu belum siap, latihan ini akan gagal. Karena toilet training membutuhkan tenaga ibu atau pengasuh, pastinya harus mencuci lebih banyak pakaian, mengepel lantai yang terkena pee atau pup, dan rutin membawa anak ke toilet.

Langkah pertama kenali tanda-tanda anak siap untuk dilatih. Berikut tanda-tandanya

  • Dapat berjalan dan duduk dalam jangka waktu yang singkat.
  • Mulai bisa disuruh tugas yang ringan, seperti bisa mengambil pakaian, memberikan bola ke ayah.
  • Mulai memahami kata-kata dan apa yang kita perintah.
  • Tertarik dengan anggota keluarga yang menggunakan toilet, dan tertarik melihat apa yang terjadi di dalam toilet. Orang tua bisa mengajarkan bagaimana cara pee dan pup di dalam toilet.
  • Popoknya kering selama 2 jam, yang artinya anak mampu menyimpan pee dalam kandung kemihnya. (Yang mana bayi muda dan newborn otomatis kosong)
  • Hal yang tampak jelas adalah mencoba memberi tahu kita bahwa dia sedang atau telah pee dan pup. Entah dengan ocehan atau bahasa tubuhnya. Jika dia memberi tahu kita sebelum pee dan pup terjadi maka anak sudah siap dilatih.
  • Mulai tidak suka menggukan popok. Mungkin mencoba menariknya ketika basah atau kotor. Anak mulai bisa menarik popoknya ke atas maupun ke bawah.

Tidak semua tanda ini harus dipenuhi baru kita melatih anak. Jika anda dan anak yakin untuk memulai maka mulailah :).

Langkah kedua adalah memutuskan apakah melatih menggunakan potty atau toilet.

Menggunakan potty memiliki kelebihan yaitu mudah dibawa dan fleksibel. Anak juga tidak terlalu takut jika menggunakan potty. Namun bisa juga mengenalkan keduanya, antara menggunakan potty dan kloset. Cari tahu mana yang lebih mudah dan disukai anak.

Jika menggunakan kloset duduk pastikan anda telah menginstal peralatan yang mendukung kenyamanan dan keamanannya seperti menyiapkan kursi pijakan agar anak bisa sampai ke dudukan kloset. Dan memasang dudukan yang sesuai untuk anak.

Komunikasi yang bagus dengan anak. Hal ini bisa ditunjang dengan membacakan buku tentang toilet training dan melihat video toilet trainng.

Tips:

Mencoba menggunakan training pant pada anak, tujuannya agar dia bisa merasakan sensasi basah dan risih karena ada pup. Butikclodi memiliki berbagai macam merek training pants bisa dilihat di sini : Training Pants

Mengajarkan kata yang berhubungan dengan toilet seperti “pee pee” “pup” dll.

Bersambung…

RSS Feed
By: butikclodi

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment