Bahaya Sampah Plastik

Posted: May 2010 in Artikel - Tags:
22

sampah plastikAda sekitar 3.700.000 ton per tahun bahan plastik diproduksi di Indonesia sebagai bahan campuran produk otomotif, perabotan rumah tangga, komponen elektronik dan banyak lagi. Sementara jumlah sampah yang berasal dari produk kemasan plastik saja mencapai 1.600.000 ton per tahun atau 4.400 ton per hari. Bisa dibayangkan Jakarta sudah hampir menjadi lautan plastik jika sampah dari bahan ini tak segera dimusnahkan atau didaur ulang.

Namun demikian tidak semua plastik bisa didaur ulang karena kandungan racun didalamnya.

Nah hal inilah yang perlu kita peduli bersama. Bayangkan ketika jumlah penduduk manusia semakin naik dan jumlah sampah plastikpun makin naik. Bisa-bisa bumi ini bakal penuh dengan sampah plastik.

Tidak hanya memenuhi bumi plastik yang dibiarkan juga akan berbahaya bagi tubuh. Racun dari plastik terlepas pada saat terurai atau terbakar. Penguraian plastik yang memakan waktu puluhan tahun akan melepaskan berbagai jenis logam berat dan bahan kimia lain yang dikandungnya. Bahan kimia ini terlarut dalam air atau terikat di tanah, dan kemudian masuk ke tubuh kita melalui makanan dan minuman.

Lalu apa yang dikeluarkan ketika sampah plastik ini dibakar? Apakah hanya asap saja? Jawabannya tentu tidak. Ketika dibakar sampah akan menghasilkan salah satu bahan paling berbahaya di dunia, yaitu Dioksin. Dioksin adalah salah satu dari sedikit bahan kimia yang telah diteliti secara intensif dan telah dipastikan menimbulkan Kanker. Bahaya dioksin sering disejajarkan dengan DDT, yang sekarang telah dilarang di seluruh dunia. Selain dioksin, abu hasil pembakaran juga berisi berbagai logam berat yang terkandung di dalam plastik.

Kita sebagai ayah dan ibu pasti ingin anak dan cucu kita bisa hidup sehat dan masih bisa menikmati bumi yang hijau, udara yang segar, dan bumi yang bersih. Dari cita-cita inilah setidaknya kita mulai mendidik diri kita untuk bijak dalam menggunakan plastik dengan memahami prinsin 3R yaitu Reuse (menggunakan kembali), Reduce (mengurangi) dan Recycle (mendaur ulang). Langkah ini selain meminimalisir dampak bahaya plastik juga akan menghemat pengeluaran kita.

Hal apa saja yang bisa kita lakukan secara riil untuk mengurangi sampah plastik:

  1. Belanja di warung dengan menggunakan plastik yang dibawa sendiri dari rumah (dipakai ulang)
  2. Memilih produk-produk yang terbuat dari bahan yang bisa dipakai berulang: tempat makan/minum dari bahan kaca atau stainless
  3. Menggunakan perlengkapan sehari-hari yang tahan lama dan bisa dipakai berulang-ulang. Jangan asal sekedar murah tapi mulailah menghitung untuk mendapatkan hasil yang benar-benar lebih murah. Contoh: memilih popok kain yang bisa dicuci daripada pakai popok sekali pakai (pospak).

RSS Feed
By: butikclodi

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment